Kambing etawa di Indonesia didatangkan dari India. Tinggi jantan mencapai 90 sentimeter hingga 127 sentimeter dan betina hanya
mencapai 92 sentimeter. Bobot jantan bisa mencapai 91 kilogram,
sedangkan betina hanya mencapai 63 kilogram. Telinganya panjang dan terkulai ke bawah. Dahi dan hidungnya cembung. Baik jantan maupun betina bertanduk pendek. Kambing jenis ini mampu menghasilkan susu hingga tiga liter per hari. Keturunan silangan (hibrida)
kambing etawa dengan kambing lokal dikenal sebagai kambing “Peranakan
etawa” atau “PE”. Kambing PE berukuran hampir sama dengan etawa namun
lebih adaptif terhadap lingkungan lokal Indonesia. (sumber : Wikipedia )
Susu kambing ettawa adalah salah satu produk hewan yang sangat bermanfaat bagi kesehatan selain mengandung nilai gizi tinggi juga terbukti dapat membantu dalam penyembuhan berbagai penyakit seperti Tuberculosis (TBC), Flek paru-paru, gangguan pencernaan, asam urat, alergi, thalasemia sampai disfungsi seksual dan lain-lain. Hal ini terbukti pada kaum pria asal timur tengah rata-rata sering minum susu kambing dan jarang terjangkit penyakit TBC dan Impotensi.
Berdasarkan penelitian komposisi gizi susu kambing mendekati komposisi gizi susu ASI. Dalam tiap 100 gram susu kambing mengandung 3%–4% protein, 4%–7% lemak, 4,4% karbohidrat, 135 mg kalsium dan 111 mg fosfor. Molekul lemak susu kamcing bersifat homogeny dan jauh lebih kecil dibandingkan molekul susu sapi. Oleh karena itu susu kambing lebih mudah dicerna oleh alat pencernaan manusia sehingga tidak menyebabkan diare.
Berdasarkan hasil penelitian Small Ruminant Production System Network for Asia (SRUPNA) adalah salah satu jaringan penelitian dan pengembangan ternak kambing domba di Asia. Susu kambing sangat potensial untuk perbaikan nutrisi karena tidak menyebabkan Lactase Intolerance. Lactase Intolerance merupakan tingkat kepekaan lambung terhadap lactose sehingga dapat menyebabkan diare bagi yang tidak biasa mengkonsumsi susu. Selain itu susu kambing juga mempunyai kandungan fluorin yang bersifat antiseptic dan pelindung paru-paru.
Rekomendasi Mengkonsumsi Susu Kambing
Bagi susu kambing yang belum dipasteurisasi dapat dilaukan proses dengan cara pasteurisasi sederhana dijamin mutu dan kandungan gizinya tidak rusak. Jika susu dikemas dalam plastic tahan panas dan susu dalam keadaan cair dapat dilakukan dengan cara merebus, ditim atau dikukus hingga suhu 70 – 75o C kemudian diamkan selama 3 menit setelah itu susu siap diminum.
Jika susu dikemas dalam keadaan beku (frozen) susu harus dicairkan lebih dahulu dengan cara perendaman menggunakan air biasa. Penyajian dapat dikombinasikan dengan penambahana rasa atau aroma sesuai dengan selera anda, seperti madu, telur, coklat, jahe, sirup atau ekstrak buah-buahan.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam perawatan atau pengobatan kesehatan disarankan dikonumsi secara rutin pagi dan malam minimal @ 200 m
Berdasarkan penelitian komposisi gizi susu kambing mendekati komposisi gizi susu ASI. Dalam tiap 100 gram susu kambing mengandung 3%–4% protein, 4%–7% lemak, 4,4% karbohidrat, 135 mg kalsium dan 111 mg fosfor. Molekul lemak susu kamcing bersifat homogeny dan jauh lebih kecil dibandingkan molekul susu sapi. Oleh karena itu susu kambing lebih mudah dicerna oleh alat pencernaan manusia sehingga tidak menyebabkan diare.
Berdasarkan hasil penelitian Small Ruminant Production System Network for Asia (SRUPNA) adalah salah satu jaringan penelitian dan pengembangan ternak kambing domba di Asia. Susu kambing sangat potensial untuk perbaikan nutrisi karena tidak menyebabkan Lactase Intolerance. Lactase Intolerance merupakan tingkat kepekaan lambung terhadap lactose sehingga dapat menyebabkan diare bagi yang tidak biasa mengkonsumsi susu. Selain itu susu kambing juga mempunyai kandungan fluorin yang bersifat antiseptic dan pelindung paru-paru.
Rekomendasi Mengkonsumsi Susu Kambing
Bagi susu kambing yang belum dipasteurisasi dapat dilaukan proses dengan cara pasteurisasi sederhana dijamin mutu dan kandungan gizinya tidak rusak. Jika susu dikemas dalam plastic tahan panas dan susu dalam keadaan cair dapat dilakukan dengan cara merebus, ditim atau dikukus hingga suhu 70 – 75o C kemudian diamkan selama 3 menit setelah itu susu siap diminum.
Jika susu dikemas dalam keadaan beku (frozen) susu harus dicairkan lebih dahulu dengan cara perendaman menggunakan air biasa. Penyajian dapat dikombinasikan dengan penambahana rasa atau aroma sesuai dengan selera anda, seperti madu, telur, coklat, jahe, sirup atau ekstrak buah-buahan.
Untuk mendapatkan hasil yang optimal dalam perawatan atau pengobatan kesehatan disarankan dikonumsi secara rutin pagi dan malam minimal @ 200 m
Keunggulan lainnya:
1. Tidak menyebabkan diare seperti kalu minum susu hemmo…
2. Butiran lemak dan Protein lebih halus, shg mudah dicerna.
3. Sangat baik untuk kecerdasan. Tapi nggak baik di mata. Coba saja tumpahkan susunya ke mata…. he he..7
4. Komposisi kalsium dan phosphor paling seimbang dibanding susu lain, shg pas untuk pertumbuhan tulang anak dan mencegah kropos tulang orang dewasa.
5. Terbukti menyembuhkan banyak penyakit.
6. Vitamin C dosis tinggi bila masih segar. dikopas dari http://innerpower.wordpress.com/2008/08/12/berkunjung-ke-sentra-kambing-peranakan-etawa-kambing-pe/
Dengan komposisi kandungan yang sedemikian baik, bukan tidak mungki merupakan pasangan baik untuk digunakan mencegah pmasalah masalah kewanitaan bersama Crystal X. Susu Kambing Ettawa terapi per oral dan Crystal X terapi topikalnya. Selamat mencoba.